Gunung Marapi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada hari kedua Lebaran, Rabu (2/4/2025). Erupsi terjadi sekitar pukul 06.25 WIB, dengan kolom abu mencapai ketinggian 350 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah timur laut.
Pada hari berikutnya, Kamis (3/4/2025), erupsi lebih besar terjadi pada pukul 07.12 WIB. Kolom abu teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak, dengan warna kelabu dan arah condong ke timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 69 detik. Beberapa warga sekitar juga melaporkan terdengar dentuman keras dari puncak gunung saat erupsi berlangsung.
Gunung Marapi, dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut, telah menunjukkan aktivitas erupsi yang fluktuatif sejak awal tahun 2025. Pada Januari lalu, gunung ini meletus delapan kali, dengan beberapa di antaranya terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat. Meski demikian, status gunung tetap berada pada level II (Waspada), yang berarti masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area dalam radius 3 kilometer dari puncak.
Badan Geologi menjelaskan bahwa Gunung Marapi termasuk dalam kategori gunung berapi dengan periode erupsi yang tidak teratur. Sejak tahun 1807, periode istirahat gunung ini bervariasi, dengan rata-rata istirahat sekitar 3,5 tahun atau kurang dari satu tahun, dan periode terlama mencapai 17 tahun. Sejak 1987, Marapi menunjukkan aktivitas erupsi yang lebih eksplosif.
Masyarakat di sekitar wilayah lereng Gunung Marapi, terutama yang tinggal di lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Tinggalkan Balasan